Featured Widget

6/recent/ticker-posts

Pentingnya Akhlak Islami dalam Dalam Kehidupan

PCM PANGGUNGREJO - Ustadz Junaedi, dalam khutbah Jumat di Masjid At Taqwa Jagalan, Kota Pasuruan, (19/12/2025) menyerukan kepada jamaah untuk segera mengamalkan akhlak Islami yang mulia sebagai benteng dari tipu daya kehidupan dunia. Khutbah dengan tema "Bersegera dalam Kebaikan dan Akhlak Mulia" ini berpusat pada penjelasan Surat Ali Imran ayat 134.

Dalam paparannya yang lugas, khatib menekankan bahwa ketakwaan tidak cukup hanya dengan shalat, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. "Jangan sampai kita tertipu oleh keindahan dunia yang sementara. Dunia dan hiburan memang perlu, tapi jangan melupakan yang lebih penting: Akhlak Islami" seru Ustadz Junaedi di hadapan jamaah yang memadati masjid.

Empat Pilar Akhlak Mulia

Ustadz Junaedi merincikan empat ciri utama orang bertaqwa berdasarkan ayat yang disampaikan:

1. Gemar Berinfak, Meski dalam Kesusahan: "Infak harus dikeluarkan segera, mumpung ada kesempatan. Sekalipun dalam keadaan sempit, yang sedikit itu bernilai besar di sisi Allah. Allah menjanjikan balasan berlipat ganda," jelasnya. Ia mengutip Surat Al-Baqarah ayat 261 tentang perumpamaan biji yang tumbuh menjadi tujuh ratus biji.

2. Mampu Menahan Amarah: Di titik ini, Ustadz Junaedi menyitir hadits Nabi Muhammad SAW yang masyhur. "Orang kuat bukanlah yang jago gulat, tapi yang mampu menahan diri saat marah. Nabi bahkan berpesan singkat, '*Jangan marah*', sebagai jalan menuju surga," ujarnya. Ia juga menceritakan keteladanan Nabi yang memaafkan musuh yang hendak membunuhnya, yang justru berujung pada keislaman musuh tersebut.

3. Suka Memaafkan Kesalahan Orang Lain: "Setiap manusia pasti punya kesalahan. Kewajiban kita adalah memaafkan. Memaafkan adalah sifat yang dicintai Allah," tegasnya.

4. Segera Bertaubat Setelah Diingatkan: "Manusia tempatnya khilaf. Tetapi, orang berakhlak mulia adalah yang ketika diingatkan kesalahannya, ia tidak mengulanginya dan segera memperbaiki diri," tambahnya.

Aplikasi Nyata di Tengah Masyarakat

Khatib juga menyelipkan kritik sosial halus terhadap fenomena kekinian. "Lihatlah, kemarahan manusia bisa merusak rumah dan tatanan. Rumah yang baik-baik bisa menjadi rusak karena emosi yang tidak terkendali," ujarnya, mengingatkan pentingnya pengendalian diri di era yang penuh tekanan ini.

Seruan untuk bersegera dalam berbuat baik menjadi pesan penutup yang kuat. Ustadz Junaedi mengingatkan bahwa kesempatan beramal suatu saat akan terputus, dan penyesalan datang terlambat. "Mereka yang konsisten mengamalkan akhlak ini, balasannya adalah ampunan Allah dan surga 'Adn yang mereka masuki dengan penuh keridhaan. Itulah sebaik-baik manusia," pungkasnya.

Khutbah yang berdurasi sekitar 20 menit tersebut ditutup dengan doa agar jamaah diberi kekuatan untuk mengamalkan ajaran Islam secara kaffah, lahir dan batin. Jamaah terlihat khidmat menyimak, banyak di antaranya yang mengangguk-anggukkan kepala seiring penjelasan yang disampaikan.(*)


Firnas Muttaqin 


---





Posting Komentar

0 Komentar