Featured Widget

6/recent/ticker-posts

Merengkuh Ketentraman di Tengah Taqdir, Ustadz M. Nur Yasin Ajak Jamaah Pahami Makna Takdir dalam Pengajian Ahad Pagi

PCM PANGGUNGREJOMengawali ceramahnya dengan dialog interaktif, Ustadz Yasin langsung melontarkan pertanyaan mendasar kepada jamaah. "Apa hikmah dan manfaatnya kita belajar dan beriman kepada takdir?" tanyanya di pengajian ahad pagi (21/12/2025) di masjid Darul Arqom kota Pasuruan. Beliau lantas menjawab sendiri dengan penjelasan yang menggugah. "Yang pertama, hidup kita yang mungkin kacau, kata setan, akan menjadi tenang. Tenang yang asli, bukan yang palsu," ujarnya, disambut anggukan para jamaah.

Mengawali ceramahnya dengan dialog interaktif, Ustadz Yasin langsung melontarkan pertanyaan mendasar kepada jamaah. "Apa hikmah dan manfaatnya kita belajar dan beriman kepada takdir?" tanyanya di pengajian ahad pagi (21/12/2025) di masjid Darul Arqom kota Pasuruan. Beliau lantas menjawab sendiri dengan penjelasan yang menggugah. "Yang pertama, hidup kita yang mungkin kacau, kata setan, akan menjadi tenang. Tenang yang asli, bukan yang palsu," ujarnya, disambut anggukan para jamaah.

Ditekankannya, ketenangan yang dimaksud bukan ketenangan pasif, melainkan ketenangan yang aktif dan produktif. "Hidup kita akan tenang, aktif, dan menghasilkan banyak karya. Itulah hikmahnya," tegas Sekretaris PDM Kota Pasuruan tersebut.

Dalam penyampaiannya yang khas dengan analogi sederhana namun sarat makna, Ustadz Yasin menjabarkan hubungan erat antara ikhtiar dan takdir. Beliau mengibaratkannya seperti timba sumur tradisional (Jawa: engkrak). "Prestasi kita naik, naik, naik (seperti satu sisi timba), maka 'ego' kita harus turun (seperti sisi timba lainnya). Kalau tidak, ya ceklek (macet)," jelasnya, menggambarkan bagaimana kesuksesan harus diimbangi dengan kerendahan hati agar tidak terperosok seperti Fir'aun.

Ustadz Yasin juga meluruskan kesalahpahaman umum tentang takdir. Beliau menegaskan bahwa membahas dan mempelajari takdir itu wajib, sebagaimana wajibnya mempelajari rukun iman lainnya. Namun, yang dilarang adalah mencoba menebak atau menentukan takdir spesifik seseorang di masa depan. "Itu tidak boleh, karena tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi secara pasti," tegasnya. Beliau mengingatkan sabda Rasulullah SAW tentang ramalan, yang hanya satu kebenarannya di antara seribu kebohongan.


Perbedaan istilah seperti nasib, kebetulan, takdir, kodrat, dan qadar pun dijelaskan. Ustaz Yasin berpandangan bahwa semua gerak dan kejadian dalam hidup manusia, baik yang dalam jangkauannya maupun yang di luarnya, adalah bagian dari takdir Allah. "*Ikhtiar itu bagian dari takdir*," ungkapnya, menekankan bahwa usaha manusia tidak terlepas dari kehendak dan pengetahuan Allah.

Pada bagian akhir, beliau mengajak jamaah merenungkan posisi manusia di hadapan takdir. "Apakah manusia wayang atau dalang? Ditentukan atau menentukan?" tanyanya retoris. Jawabannya, manusia adalah seperti 'wayang' yang digerakkan, namun diberikan 'kebebasan terbatas' (free will) berupa akal dan hati untuk memilih. Inilah yang membedakannya dari makhluk lain. "Manusia adalah makhluk terbaik, makhluk paling berkualitas. Oleh karena itulah kita diberi kebebasan ini," pungkas Ustaz Yasin.

Pengajian yang dihadiri oleh berbagai kalangan dari Kota Pasuruan ini diakhiri dengan sesi tanya jawab singkat, memberikan ruang bagi jamaah untuk mengklarifikasi pemahaman mereka. Majelis ditutup dengan doa, mengharap ketenangan dan ketawadhuan dalam menjalani hidup di bawah naungan takdir Ilahi. (*)



Posting Komentar

0 Komentar