PASURUAN – Suasana syahdu menyelimuti Masjid Darul Arqom, Jalan KH. Wachid Hasyim 202, pada Kamis pagi (16/3). Di bawah cahaya fajar, para jemaah berkumpul mengikuti ceramah subuh terakhir di bulan suci Ramadan 1447 H. Ustaz Anang Abdul Malik tampil memberikan refleksi mendalam mengenai perpisahan dengan bulan mulia dan bekal bagi umat pasca-puasa.
Perpisahan yang Penuh Harap
Membuka tausiahnya, Ustaz Anang atas nama Takmir Masjid Darul Arqom menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam. Beliau menekankan betapa berharganya kesempatan bertemu dengan subuh terakhir di bulan Ramadan tahun ini.
"Semoga Allah SWT mencatat seluruh aktivitas kita, mulai dari puasa, salat, hingga sedekah, sebagai amal ibadah yang diterima di sisi-Nya," ujarnya di hadapan jemaah yang khusyuk.
Sebagai bentuk kerendahan hati, pihak takmir juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika selama melayani jemaah sepanjang bulan suci ini terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan.
Mengenang Sosok Pejuang Masjid
Ramadan tahun ini menyisakan duka sekaligus pelajaran berharga bagi keluarga besar Darul Arqom. Komunitas ini kehilangan dua sosok teladan, yakni Bapak H. Basyar dan Bapak H. Saiful Hadi.
Ustaz Anang mengajak jemaah untuk tidak sekadar bersedih, tetapi menjadikan wafatnya kedua tokoh tersebut sebagai pengingat dari Allah SWT bagi hati yang masih hidup. Beliau berharap semangat juang dan dedikasi almarhum dalam beribadah serta bermasyarakat dapat dicontoh oleh generasi penerus.
Predikat Muttaqin: Bukan Sertifikat di Atas Kertas
Dalam bahasan inti, Ustaz Anang mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang dalam berpuasa tidak ditandai dengan sertifikat fisik sebagai Muttaqin (orang yang bertakwa). Sebaliknya, Allah SWT
telah memberikan standar yang jelas dalam Al-Qur'an:
Inna akramakum 'indallahi Atqakum.
Penulis: Ust. Suharsono

0 Komentar