Featured Widget

6/recent/ticker-posts

Memohon Ampun: Intisari Amalan dalam Pesan Subuh di Masjid Darul Arqom

MASJID DARUL ARQOM – Suasana sejuk Sabtu pagi di Masjid Darul Arqom, Jl. KH. Wachid Hasyim, terasa lebih khidmat pada 28 Februari 2026. Di hadapan jamaah yang baru saja menunaikan salat Subuh, Ustaz Muhammad Said Mahfud menyampaikan sebuah pesan mendalam mengenai skala prioritas seorang muslim dalam beramal.

Dalam ceramahnya, Ustaz Said mengangkat sebuah riwayat klasik yang merekam dialog antara Rasulullah SAW dengan seorang sahabat. Dialog ini bukan sekadar tanya-jawab biasa, melainkan petunjuk arah bagi setiap hamba yang sering kali bingung menentukan amalan apa yang paling utama untuk ditekuni.


Jawaban Tunggal untuk Segala Hajat

Ustaz Said menceritakan bahwa ketika sahabat bertanya mengenai amalan apa yang harus ia lakukan secara konsisten, Rasulullah SAW memberikan jawaban yang singkat namun sarat makna:


"Mintalah ampun (istighfar) kepada Allah."

Menurut Ustaz Said, jawaban ini sering kali dianggap sederhana oleh banyak orang, padahal istighfar adalah kunci pembuka gembok permasalahan hidup. Beliau menekankan bahwa ampunan Allah adalah fondasi dari segala kebaikan.


Mengapa Harus Ampunan?

Dalam uraiannya, Ustaz Muhammad Said Mahfud menjelaskan dua alasan utama mengapa memohon ampun menjadi jawaban pamungkas Rasulullah:


Pembersih Penghalang Rezeki: Dosa sering kali menjadi hijab (penghalang) antara hamba dengan rahmat Tuhan. Dengan beristighfar, penghalang tersebut runtuh.


Ketenangan Batin: Amalan fisik mungkin melelahkan, namun amalan lisan dan hati berupa permohonan ampun memberikan ketenangan yang tidak bisa dibeli dengan materi.


Menutup Fajar dengan Rendah Hati

Menutup ceramahnya di masjid yang menjadi salah satu pusat dakwah di Pasuruan tersebut, Ustaz Said mengajak jamaah untuk tidak memandang remeh bacaan istighfar. Ia mengingatkan bahwa bahkan Rasulullah yang sudah dijamin surga pun beristighfar lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.


"Jika manusia semulia beliau masih memohon ampun, lantas bagaimana dengan kita?" pungkasnya di hadapan jamaah yang tampak merenung dalam diam.

Posting Komentar

0 Komentar