Featured Widget

6/recent/ticker-posts

Kekuatan Kata, oleh Ust. Abdul Mu'ti

Mulutmu harimau mu. Peribahasa itu mengingatkan betapa besar arti kata-kata. Jika tidak berhati-hati dan bijak dalam bertutur kata bisa celaka, seperti diterkam harimau. 



Ajining raga ing busana. Ajining diri ana ing lathi. Kehormatan manusia secara fisik dipengaruhi oleh busana. Manusia akan dihormati apabila ia berbusana yang sopan, anggun, sesuai etika dan estetika. Kemuliaan manusia tergantung pada bagaimana dia bertutur kata. Setiap kata yang terucap baik diksi, intonasi, dan ekspresi memiliki makna. Manusia akan dihormati jika ia bertutur kata yang baik dan bijak. 


Di dalam Al-Qur'an, ada beberapa lafaz yang dipergunakan untuk menjelaskan kata-kata yang baik. Di antaranya qaulan karima (Qs. Al-Isra [17]: 23), qaulan layyina (Qs. Thaha [20]: 44), qaulan sadida (Qs. An-Nisa [4]:9), qaulan tsaqila (Qs. Al-Muzammil [73]: 5), qaulan baligha (Qs. An-Nisa [4]: 63), dan qaulan ma'rufa (Qs. Al-Baqarah [2]: 235; 263). "Perkataan yang baik dan memberi ampunan lebih baik daripada sedekah yang disertai tindakan caci maki (Qs. Al-Baqarah [2]: 263).


Dalam neurosains, setiap perkataan, baik atau buruk, akan direkam di otak. Kata-kata yang baik menimbulkan energi positif yang memungkinkan manusia mencapai apa yang diucapkan. Sebaliknya, kata-kata yang buruk akan menimbulkan energi negatif yang memengaruhi perbuatan manusia. Alan J Whiticker dalam buku Speches That Changed The World (2010) mengumpulkan pidato tokoh-tokoh besar seperti Martin Luther King, Mahatma Gandhi, Adolf Hitler, dll. yang mengubah dunia. Dalam pidato berjudul I Have a Dream, Martin Luther King, tokoh anti diskriminasi, meneriakkan dengan lantang bahwa suatu saat keturunan kulit hitam akan tampil memimpin Amerika Serikat. Pidato itu terbukti dengan terpilihnya Barrack Obama sebagai presiden Amerika Serikat ke 44 (2009-2017).


Kata-kata tak sekedar retotika. Ia ibarat mantra dan doa yang menuntun manusia untuk mewujudkannya. Kata-kata adalah cita-cita. "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berkeinginan (cita-cita) yang tinggi, dan tidak mencintai orang-orang yang tidak bercita-cita tinggi)." (HR. Thobroni). Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda bahwa suatu saat umat Islam akan menguasai Konstantinopel. Yang disampaikan Rasulullah SAW terbukti. Pada 29 Mei 1453, Kota Konstantinopel, pusat Kerajaan Bizantium Romawi, ditaklukkan oleh Turki Usmani. Nama kota diubah menjadi Istanbul yang berarti peradaban atau kota.


Karena kekuatan kata-kata itulah, Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar senantiasa berkata yang baik. "Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaknya ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah RA). Luqman menasihati anaknya: "Dan sederhanakanlah dirimu ketika berjalan dan rendahkanlah suaramu. Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (QS. Luqman [31]: 19). Berkata yang baik (khair), tidak hanya merupakan akhlak terpuji sebagai wujud penghormatan kepada orang lain, tetapi juga menunjukkan penghormatan kepada diri sendiri. 


Puasa mendidik manusia untuk senantiasa berkata yang baik, meninggalkan qaul al-zur: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan yang keji, kotor (qaul al-zur) dan berbuat keji, maka Allah tidak berhajat (menghargai) bahwa ia meninggalkan makan dan minum (puasa)." (HR. Bukhari dari Abu Hurairah). Ramadan adalah bulan pendidikan dimana kaum beriman membiasakan dan mendidik karakter dengan tutur kata yang mulia.

Posting Komentar

0 Komentar