MASJID DARUL ARQOM – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Darul Arqom, Jl. KH. Wachid Hasyim, pada Rabu (18/2/2026) pagi. Di hadapan jamaah kuliah subuh, Ust. Anang Abdul Malik mengupas tuntas esensi spiritual di balik ibadah puasa yang lagi dijalani umat Muslim.
Fondasi Ketakwaan: Panggilan bagi Orang Beriman
Membuka tausiyahnya, Ust. Anang menekankan bahwa puasa bukanlah sekadar ritual tahunan atau menahan lapar semata. Beliau mengutip landasan utama kewajiban ini dalam Al-Qur'an, Surat Al-Baqarah ayat 183:
"*Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.*"
Beliau menggarisbawahi kata "*Wahai orang-orang yang beriman"*. Menurutnya, puasa adalah dialog cinta antara Khaliq dan hamba-Nya. Hanya mereka yang memiliki benih iman di hatinya yang mampu melihat kewajiban ini bukan sebagai beban, melainkan sebagai tangga menuju derajat muttaqin (orang yang bertakwa).
Rumus Pengampunan: Imanan wa Ihtisaban
Lebih lanjut, Ust. Anang menjelaskan "tiket emas" pengampunan dosa yang dijanjikan Rasulullah SAW. Beliau merujuk pada hadits shahih yang menjadi kabar gembira bagi setiap pendosa yang ingin bertaubat:
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ihtisaban), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
Dalam penjelasannya, ada dua syarat mutlak agar transformasi spiritual ini terjadi:
Imanan (Penuh Keimanan): Menjalani puasa dengan keyakinan penuh bahwa ini adalah perintah Allah, tanpa ada keraguan sedikitpun.
Wahtisaban (Mengharap Ridha): Melakukan ibadah semata-mata demi mencari pahala dan ridha Allah, bukan karena sungkan pada tetangga atau sekadar ikut-ikutan tradisi.
Kesimpulan: Membersihkan Tabungan Dosa
"Puasa adalah momentum penghapusan sisa-sisa khilaf kita selama setahun terakhir," ujar Ust. Anang. Beliau mengajak jamaah Masjid Darul Arqom untuk meluruskan niat sejak dini. Jika puasa dijalani dengan kualitas batin yang tepat, maka saat Idul Fitri tiba, seorang Muslim akan kembali suci bagaikan bayi yang baru lahir.
Oleh Suharsono

0 Komentar