Featured Widget

6/recent/ticker-posts

Shalat: Jembatan Spiritual Menuju Kebahagiaan dan Kesehatan

PASURUAN - Suasana khidmat menyelimuti Masjid IST PIER Pasuruan pada Jumat siang, 2 Januari 2026. Di hadapan ratusan jamaah yang memadati ruang utama, Ustaz Anang Abdul Malik menyampaikan pesan mendalam mengenai korelasi iniantara ibadah shalat dengan kesejahteraan hidup manusia. Dalam khutbahnya, beliau menegaskan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan "resep" utama untuk meraih kebahagiaan batin dan kesehatan fisik.

Dimensi Kebahagiaan, Ketenangan di Tengah Hiruk-Pikuk

Ustaz Anang mengawali khutbahnya dengan membedah makna kebahagiaan yang sering kali disalahpahami. Menurutnya, kebahagiaan sejati tidak terletak pada materi, melainkan pada ketenangan hati (tuma’ninah).

"Shalat adalah momen di mana seorang hamba memutus koneksi sejenak dari urusan duniawi yang melelahkan untuk terhubung dengan Sang Pencipta,” paparnya. 

Beliau menekankan bahwa dengan shalat yang khusyuk, hormon stres dalam tubuh mereda, digantikan oleh rasa syukur dan kepasrahan yang menjadi akar dari kebahagiaan hakiki.

Manifestasi Kesehatan: Gerakan yang Menyembuhkan

Hal yang menarik dalam khutbah kali ini adalah sorotan beliau terhadap aspek medis dalam ibadah shalat. Ustaz Anang menjelaskan bahwa setiap gerakan shalat—mulai dari takbiratul ihram hingga salam—memiliki manfaat fisiologis yang luar biasa.

Sujud: Beliau menjelaskan bahwa posisi sujud memungkinkan darah mengalir lebih maksimal ke otak, yang mendukung kecerdasan dan kesehatan mental.

Rukuk dan I’tidal: Gerakan ini melatih tulang belakang dan sistem pencernaan.

Kedisiplinan Waktu: Shalat lima waktu melatih ritme sirkadian tubuh, membuat metabolisme manusia menjadi lebih teratur.

"Shalat adalah olahraga terbaik bagi jiwa dan raga. Ia menyembuhkan penyakit hati dengan dzikir, dan menjaga kebugaran fisik dengan gerakan yang presisi," ujar Ustaz Anang di atas mimbar.

Harapan di Awal Tahun

Menutup khutbahnya, Ustaz Anang mengajak jamaah untuk menjadikan momentum awal tahun 2026 ini sebagai titik balik untuk memperbaiki kualitas shalat. Beliau mengingatkan bahwa jika shalat seseorang benar, maka urusan kehidupan lainnya akan ikut tertata dengan baik.

Pesan ini menjadi pengingat bagi para pekerja IST PIER bahwa di tengah kesibukan mengejar produktivitas, menjaga koneksi dengan Tuhan melalui shalat adalah kunci agar raga tetap sehat dan jiwa tetap bahagia."

 (Suharsono)

Posting Komentar

0 Komentar