Featured Widget

6/recent/ticker-posts

Pemikiran filosofis dengan realitas gerakan dakwah, Refleksi Akhir Tahun PDM Kota Pasuruan

PCM PANGGUNGREJO - Aula KH. Ahmad Dahlan di Jalan Wahid Hasyim, Pasuruan, menjadi saksi diskusi hangat yang mempertemukan pemikiran filosofis dengan realitas gerakan dakwah. Pada Rabu, 31 Desember 2025, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pasuruan menggelar kelanjutan acara silaturrahim dengan menghadirkan narasumber utama, Dr. Khusen, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D., salah satu tokoh intelektual dari Majelis Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dakwah Melalui Pendekatan Kebudayaan

Dalam paparannya, Dr. Khusen menekankan pentingnya Muhammadiyah untuk tidak kaku dalam menyikapi perkembangan zaman. Sebagai organisasi yang lahir dari semangat pemurnian sekaligus modernitas, Muhammadiyah melalui LSBO memiliki tanggung jawab untuk mengisi ruang-ruang kosong dalam aspek seni dan budaya.

Beliau menyampaikan bahwa seni bukanlah sekadar hiburan, melainkan instrumen dakwah yang halus (soft diplomacy). Dengan latar belakang akademis yang kuat di bidang filsafat dan agama, Dr. Khusen menggarisbawahi bahwa estetika adalah bagian dari keimanan.

"Dakwah tidak boleh hanya berhenti pada mimbar-mimbar formal. Kita harus masuk ke dalam relung batin masyarakat melalui seni dan kebudayaan yang mencerahkan," ungkapnya di hadapan para pengurus PDM Kota Pasuruan.

Refleksi Akhir Tahun di Jantung Kota

Pemilihan waktu acara pada penghujung tahun 2025 ini memberikan kesan reflektif yang mendalam. Di tengah hiruk-pikuk pergantian tahun, PDM Kota Pasuruan justru memilih untuk memperkuat konsolidasi ideologis dan kultural. Aula KH. Ahmad Dahlan pun menjadi ruang dialektika, di mana para peserta diajak untuk membedah tantangan dakwah di perkotaan yang semakin kompleks.

Kehadiran Dr. Khusen membawa perspektif baru bagi warga Muhammadiyah di Pasuruan. Ia mengajak kader untuk lebih kreatif dalam mengolah konten dakwah—memadukan nilai-nilai Islam berkemajuan dengan kearifan lokal yang ada di Jawa Timur, khususnya di Kota Pasuruan.

Sinergi dan Langkah ke Depan

Acara silaturrahim ini bukan sekadar pertemuan seremonial. Bagi PDM Kota Pasuruan, ini adalah langkah strategis untuk memperkuat peran LSBO di tingkat daerah. Diskusi ini diharapkan mampu memicu lahirnya komunitas-komunitas seni dan olahraga di bawah naungan Muhammadiyah yang mampu merangkul generasi muda (Gen Z dan Alpha) dengan bahasa yang lebih relevan.

Melalui kajian ini, Dr. Khusen menitipkan pesan bahwa Muhammadiyah harus tetap menjadi "tenda besar" bagi semua kalangan. Seni dan budaya adalah jembatan yang paling efektif untuk menghubungkan nilai-nilai langit dengan realitas bumi.


Penulis: Suharsono 
Lokasi: Kota Pasuruan 
Tanggal: 31 Desember 2025







Posting Komentar

0 Komentar