Featured Widget

6/recent/ticker-posts

Menjemput Sehat Melalui Tangis, Catatan Ceramah Ahad Pagi di Masjid Darul Arqom

PCM PANGGUNGREJO – Suasana sejuk menyelimuti Masjid Darul Arqom di Jalan KH. Wachid Hasyim pada Ahad pagi, 1 Februari 2026. Ratusan jamaah tampak khidmat menyimak paparan dari Dr. dr. H. Thontowi Djauhari, N.S., M. Kes., yang membawakan topik unik namun sangat relevan dengan kesehatan mental dan fisik: "Manfaat Air Mata bagi Kesehatan."

​Dalam ceramahnya, dr. Thontowi meluruskan persepsi masyarakat yang sering menganggap tangisan sebagai tanda kelemahan. Sebaliknya, secara medis, air mata adalah mekanisme pertahanan tubuh yang luar biasa kompleks dan menyehatkan.


Bukan Sekadar Air: Komposisi di Balik Isak Tangis

​Beliau menjelaskan bahwa tubuh manusia menghasilkan tiga jenis air mata dengan fungsi yang berbeda-beda:

​Air Mata Basal: Cairan yang selalu ada untuk melumasi dan melindungi kornea dari debu.

​Air Mata Refleks: Keluar saat mata terkena iritasi, seperti asap atau uap bawang.

Air Mata Emosional: Inilah yang menjadi sorotan utama. Air mata yang keluar karena rasa sedih, haru, atau bahagia ternyata mengandung hormon stres dan racun yang perlu dikeluarkan dari tubuh.


​Keajaiban Medis di Balik Tetesan Air Mata

​Dr. Thontowi merinci beberapa manfaat krusial bagi jamaah yang hadir:

​Detoksifikasi Alami: Air mata emosional mengandung zat seperti adrenokortikotropik (ACTH) dan leusin enkephalin (endorsin alami). Mengeluarkan air mata berarti membantu tubuh membuang racun kimia akibat stres.

Antibakteri Alami: Di dalam air mata terdapat enzim Lisozim. Enzim ini mampu membunuh bakteri di mata hanya dalam hitungan menit, bertindak sebagai antiseptik alami yang menjaga penglihatan.

​Relaksasi Saraf: Menangis mengaktifkan sistem saraf parasimpatis. Inilah alasan mengapa seseorang merasa jauh lebih tenang dan "lega" setelah meluapkan emosi melalui tangisan.

Dimensi Spiritual: Menangis karena Allah

​Namun, esensi utama ceramah pagi itu melampaui sekadar kesehatan fisik. Dr. Thontowi mengajak jamaah merenungkan sisi transendental dari air mata. Beliau mengutip pentingnya memiliki "mata yang menangis karena takut kepada Allah."

​"Ada dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka: mata yang menangis di tengah malam karena takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga di jalan Allah," tuturnya menyitir sebuah hadis.

​Beliau menekankan bahwa air mata yang tumpah saat bersujud atau meratapi dosa adalah "obat" bagi kerasnya hati. 

Di tengah gempuran dunia yang serba materialistik, kemampuan untuk menangis dalam doa adalah tanda bahwa iman seseorang masih berdenyut.


​Kesimpulan: Keseimbangan Fisik dan Batin

​Melalui kajian ini, Dr. Thontowi memberikan pesan kuat bahwa kesehatan manusia bersifat holistik. Menangis bukanlah tanda cengeng, melainkan mekanisme alami untuk menjaga keseimbangan mental sekaligus sarana memperkuat ikatan dengan Sang Pencipta.


Pesan Penutup:

Janganlah kita menjadi pribadi yang kering air matanya. Biarkan ia mengalir untuk membasuh mata fisik kita dari kuman, dan membasuh jiwa kita dari noda dosa.

Penulis : Suharsono.








Posting Komentar

0 Komentar